Kesehatan

Penyakit Difteri - Gejala, Penyebab, dan Mengobati

Penyakit difteri - gejala, penyebab, dan mengobati yang wajib anda ketahui tentang penyakit ini supaya dapat lebih waspada serta benar dalam mengobatinya.

Penyakit Difteri - Gejala, Penyebab, dan Mengobati

Apa Itu Penyakit Difteri?

Penyakit difteri merupakan suatu infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium, yang di tandai dengan beberapa gejala seperti sakit tenggorokan, demam, dan terbentuknya lapisan di amandel dan tenggorokan. Bahkan dalam kondisi yang parah infeksi bisa menyebar ke organ tubuh lain seperti jantung dan sistem saraf. Serta akan mengalami infeksi yang terjadi pada kulit.


Apa Saja Gejalanya?

Berikut adalah beberapa gejala dari penyakit difteri :
  • Terdapat lapisan tipis berwarna abu-abu yang tampak menutupi tenggorokan dan amandel.
  • terjadi demam yang disertai badan menggigil.
  • Tenggorokan terasa sakit dan suara menjadi serak.
  • Bernapas jadi sulit atau napas yang cepat.
  • Pembengkakan pada kelenjar limfe pada leher.
  • Badan terasa lemas dan lelah.
  • Terjadii pilek yang awalnya cair, namun lama-kelamaan menjadi kental dan terkadang bercampur darah.
Difteri biasanya akan memerlukan masa inkubasi atau rentang waktu sejak bakteri masuk ke tubuh sampai gejala muncul 2 sampai 5 hari. Difteri juga biasanya akan menyerang kulit yang dapat menyebabkan luka seperti borok (ulkus), namun tidak perlu khawatir karena ulkus tersebut dapat disembuhkan dalam beberapa bulan.


Apa Saja Penyebabnya?

Berikut adalah beberapa penyebab dari penyakit difteri yang harus di waspadai :

Penyebab penyakit difteri yaitu diakibatkan oleh bakteri yang bernama Corynebacterium, yaitu bakteri yang dapat melakukan penyebarannya melalui partikel di udara, benda pribadi, serta peralatan rumah tangga yang terkontaminasi.

Penularannya pun bisa di akibatkan oleh partikel udara dari batuk atau bersin orang yang terinfeksi yang kemudian terhirup.

Penyebab lainnya adalah adanya kontak langsung dengan benda-benda pribadi penderita difteri yang terkontaminasi. walaupun hanya dengan memegang tisu bekas orang yang terinfeksi anda juga bisa tertular, minum dari gelas yang belum dicuci, atau adanya kontak sejenisnya dengan benda-benda yang membawa bakteri. Pada beberapa kasus pun biasanya difteri menyebar pada peralatan rumah tangga yang digunakan bersama, seperti handuk atau mainan.

Menyentuh luka seorang yang terinfeksi juga ternyata dapat membuat Anda terekspos bakteri yang menyebabkan difteri.



Bagaimana Mengobatinya?

Apabila seseorang diduga kuat tertular difteri dengan melihat hasil laboratorium yang pemeriksaannya dilakukan tindakan pengambilan sampel dari lendir di tenggorokan, hidung, atau ulkus di kulit untuk diperiksa di laboratorium., Namun biasanya pengobatan akan segera dilakukan meskipun belum ada hasil laboratorium.

Pada seorang yang terkena difteri biasanya akan langsung di anjurkan untuk menjalani perawatan dalam ruang isolasi di rumah sakit. selanjutnya akan dilakukan langkah pengobatan dengan 2 jenis obat, yaitu antibiotik dan antitoksin.

Antibiotik diberikan yang bertujuan untuk membunuh bakteri dan menyembuhkan infeksi yang ada dalam tubuh. Dan untuk dosisnya biasanya tergantung pada tingkat keparahan gejala dan lama pasien menderita difteri, dan sebagian besar penderita sangat wajib untuk menyelesaikan konsumsi antibiotik sesuai anjuran dokter, yaitu di  berikan selama 2 minggu.

Selanjutnya pasien akan menjalani pemeriksaan laboratorium untuk melihat ada tidaknya bakteri difteri dalam aliran darah, namun jika bakteri difteri masihditemukan terdapat dalam tubuh pasien maka penggunaan antibiotik akan dilanjutkan dalam waktu 10 hari.

Dan untuk pemberian antitoksin bertujuan untuk menetralisasi toksin atau racun difteri yang menyebar dalam tubuh. Sebelum memberikan antitoksin, bisanya akan dilakukan pengecekan terlebih dahulu supaya lebih jelas apakah ada alergi obat pada pasien. Apabila terjadi reaksi alergi, maka akan dilakukan pemberian antitoksin dengan dosis rendah dan perlahan-lahan meningkatkannya sambil melihat perkembangan kondisi pasien.

Juga perlu diketahui bahwa penyakit ini sangat mudah menular, maka bagi orang-orang yang berada di dekatnya sangat disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan apakah terkena atau tidaknya.

Nah itulah informasi kesehatan dari clinicsehat.com pada artikel kali ini, semoga dapat bermanfaat untuk para pengunjung semua dan dapat menambah ilmu anda tentang penyakit difteri.