Kesehatan

Diabetes Melitus - Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Diabetes Melitus - Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati yang harus diketahui sebab Indonesia termasuk negara yang kasus penderita diabetesnya banyak ditemui.

Diabetes Melitus - Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati


Diabetes melitus adalah suatu penyakit jangka panjang atau kronis yang ditandai dengan kondisi di mana kandungan gula atau glukosa dalam darah melebihi normal dan cenderung tinggi, dan glukosa sendiri mempunyai peran penting dalam tubuh kita karena merupakan sumber energi utama bagi otak maupun sel-sel yang membentuk otot serta jaringan pada tubuh kita.
Penyakit diabetes adalah salah satu penyakit metabolisme yang mampu menyerang siapa saja, penyakit ini di bagi menjadi dua jenis yaitu Diabetes melitus Tipe 1 dan diabetes melitus Tipe 2.

Apa Saja Gejala Penyakit Diabetes

Untuk gejala diabetes sendiri akan di jelaskan di bawah ini karena memang sangatlah penting bagi kita untuk mengetahui gejala awal diabetes.
Diabetes tipe 1 dapat berkembang dengan cepat dalam beberapa minggu, bahkan beberapa hari sekalipun. Sedangkan banyak penderita diabetes tipe 2 yang tidak menyadari bahwa mereka telah terkena penyakit ini selama bertahun-tahun karena gejalanya cenderung tidak spesifik. Berikut adalah beberapa gejala yang di timbulkan dari diabetes tipe 1 dan tipe 2 :
  • Sering merasa haus.
  • Frekuensi buang air kecil menjadi lebih sering, terutama di malam hari.
  • Rasa lapar yang berlebih.
  • Berat badan menurun tanpa sebab yang jelas.
  • Berkurangnya massa otot.
  • Adanya keton dalam air seni. Keton yaitu produk sampingan dari metabolisme otot dan lemak yang terjadi ketika produksi insulin tidak cukup.
  • Merasa kelelahan.
  • Pandangan menjadi kabur.
  • Proses penyembuhan luka berlangsung lama.
  • Sering mengalami infeksi, seperti yang terjadi pada gusi, kulit, vagina, atau saluran kemih.
Apabila Anda mengalami gejala seperti di atas, alangkah lebih baik segera lakukan pemeriksakan diri Anda ke dokter, karena pendeteksian sedini mungkin akan lebih baik ketimbang di biarkan begitu saja dan bertujuan untuk mencegah bertambah parahnya kondisi diabetes kita.

Apa Saja Penyebab Diabetes

Penyebab penyakit diabetes melitus adalah adanya gangguan kemampuan tubuh untuk menggunakan glukosa ke dalam sel, pada tubuh yang normal akan mampu memecah gula dan karbohidrat yang Anda makan menjadi gula khusus yang disebut glukosa. Glukosa sendiri merupakan bahan bakar untuk sel-sel dalam tubuh.
Karena ketidakmampuan sel-sel untuk mengambil glukosa, maka akan terjadi penumpukan dalam aliran darah. Kadar glukosa yang tinggi dalam darah dapat merusak pembuluh darah kecil di ginjal, jantung, mata, dan sistem saraf. Oleh karena itu, jika diabetes tidak ditangani dengan benar maka dapat menyebabkan penyakit jantung, stroke, penyakit ginjal, kebutaan, dan kerusakan saraf di kaki.

Cara Mengobati Diabetes

Pengobatan diabetes sendiri dapat dilakukan berdasarkan jenis DM tipe berapa kah yang Anda derita. Berikut ini penjelasannya di bawah ini.

1. Diabetes Melitus Tipe 1
Diabetes melitus tipe 1 biasa disebut diabetes insulin-dependent adalah kondisi autoimun yang disebabkan pankreas diserang oleh antibodi tubuh pasien sendiri. Pada penderita tipe ini, yang mengakibatkan pankreas rusak serta tidak bisa membuat insulin dalam tubuh. Diabetes tipe ini dapat disebabkan oleh kecenderungan genetik.

Diabetes tipe 1 dapat menyebabkan komplikasi, pada beberapa kasus banyak sekali dari mereka yang bermula dari kerusakan pembuluh darah kecil di mata Anda (disebut retinopati diabetik), saraf (neuropati diabetes), dan ginjal (nefropati diabetik). Bahkan risiko yang lebih serius yaitu meningkatnya risiko penyakit jantung dan stroke.

Pengobatan diabetes melitus tipe 1 ini adalah dengan metode pemberian insulin, yaitu dengan cara disuntikkan melalui kulit ke dalam jaringan lemak (biasasnya di jaringan lemak perut).

2. Diabetes Melitus Tipe 2
Diabetes tipe 2 juga disebut non-insulin dependent diabetes dan biasanya lebih ringan daripada tipe 1 karena pankreas masih mampu menghasilkan insulin dalam tubuh, namun pankreas mengalami kelelahan karena gaya hidup dan makanan yang tidak terjaga. Dengan begitu jumlah insulin yang dihasilkan tidak cukup untuk kebutuhan tubuh atau sel-sel tubuh lainnya sehingga menjadi sel resisten insulin atau kurangnya sensitivitas terhadap insulin, kebanyakan terjadi pada sel lemak, hati, dan sel-sel otot.

Diabetes tipe 2 juga mampu menyebabkan komplikasi kesehatan, terutama di pembuluh darah terkecil dalam tubuh seperti ginjal, saraf, dan mata. Diabetes tipe 2 juga dapat memicu terjadinya risiko penyakit jantung dan stroke.

Orang yang mengalami obesitas akan lebih beresiko untuk terkena tipe ini, karena orang gemuk cenderung memiliki resistensi insulin. Yang mengakibatkan pankreas harus bekerja terlalu keras untuk menghasilkan lebih banyak insulin, walaupun tetap saja tidak ada cukup insulin untuk menjaga gula normal.

Tidak ada obat untuk penyakit ini, melainkan diabetes tipe 2 dapat dikendalikan dengan manajemen berat badan, nutrisi, dan olahraga pada awalnya. Dan biasanya tipe ini akan berkembang lebih pesat pada akhirnya akan membutuhkan obat antidiabetes.

Ada metode tes yang biasanya dilakukan seperti Tes A1C yakni tes darah yang memperkirakan kadar glukosa rata dalam darah Anda selama tiga bulan sebelumnya. Pengujian A1C periodik biasanya akan disarankan yang bertujuan untuk melihat seberapa baik diet, olahraga, dan obat-obatan bekerja untuk mengontrol gula darah dan hasilnya dilihat untuk mencegah kerusakan organ. Tes A1C biasanya dilakukan beberapa kali dalam setahun.

Sekian informasi kesehatan dari clinicsehat.com kali ini semoga bermanfaat, dan baca juga artikel kesehatan yang lainnya selain tentang penyakit diabetes melitus.