Kesehatan

Penyakit HIV - Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Penyakit HIV - Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati yang wajib diketahui karena penyakit yang satu ini merupakan salah satu penyakit mematikan di dunia.

Penyakit HIV - Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati


HIV adalah suatu virus yang menyerang serta merusak sistem kekebalan tubuh dan mengakibatkan tubuh menjadi tidak bisa bertahan terhadap penyakit-penyakit yang menyerang tubuh kita. Bila sistem kekebalan tubuh seseorang sudah lemah bahkan rusak, maka akan sangat mudah sekali terserang berbagai penyakit yang ada di sekitar kita seperti TBC, diare, sakit kulit, dll. Kumpulan gejala penyakit yang menyerang tubuh kita ini lah yang disebut AIDS.

Gejala Penyakit HIV
Sebagian besar jika seseorang terinfeksi HIV tidak menunjukkan gejala apapun (asimptomatik) yang berarti bahwa mereka tidak mengalami gejala tertentu atau menjadi sakit akibat infeksi tidak mengalami gejala tertentu atau menjadi sakit akibat infeksi tersebut.

Untuk memastikan tentang diagnosa HIV positif harus dilakukan tes terlebih dulu dengan melakukan tes anti bodi HIV dilaboratorium, jika hasil lab HIV positif menunjukkan bahwa seseorang telah terinfeksi HIV namun jika Hasil HIV negatif berarti seseorang tidak atau belum terinfeksi HIV.
Cara lain untuk memeriksa HIV selain dengan tes darah yaitu dengan melakukan tes lain seperti air liur atau urine (bukan terhadap orangnya), alat tubuh atau jaringan tubuh, sel telur atau sperma yang akan diperiksa di laboratorium yang sudah miliki perlatan khusus untuk melakukan tes HIV.
Orang yang mengalami gejala HIV seperti flu dalam waktu satu bulan setelah terinfeksi, biasanya gejala ini biasanya akan hilang dalam kurun waktu seminggu sampai satu bulan. Seseorang dapat memiliki HIV selama bertahun-tahun sebelum merasa sakit dan tampak seperti orang sehat pada umumnya, tanpa menujukkan gejala hiv yang terlalu jelas.
Berikut adalah tanda bahwa HIV berubah menjadi AIDS yaitu :
  • Terjadi demam yang lama tidak kunjung sembuh
  • Berkeringat di malam
  • Sering merasa lelah (bukan dari stres atau kurang tidur)
  • Sering merasa sakit.
  • Terjadi penurunan berat badan drastis
  • Adanya pembengkakan pada kelenjar getah bening yang seperti benjolan bulat di leher, pangkal paha, atau ketiak)
  • Adanya sariawan yang lama tidak kunjung sembuh

Apa penyebab HIV dan AIDS?
Faktor yang menjadi penyebab penyakit HIV yaitu melalui kontak dengan darah yang terinfeksi, air mani, dan cairan vagina dari orang yang terinfeksi. Sebagai contoh:
  • Ketika Anda kontak langsung dengan vagina, anal, atau oral seseorang yang mengidap HIV tanpa kondom, dan HIV paling sering menular secara seksual. Hal ini karena cairan tersebut sudah bercampur dngan virus sehingga dapat ditularkan, terutama air di jaringan vagina atau dubur, luka, atau infeksi menular seksual lainnya (IMS).
  • Pemakaian jarum suntik dan peralatan obat suntik lainnya dengan orang yang terkontaminasi HIV.
  • Menggunakan peralatan tato dan body piercing yang tidak disterilkan atau benar-benar dibersihkan terlebih dahulu atau bahkan sudah terinfeksi HIV.
  • Dari seorang ibu dengan HIV yang ditularkan kepada bayinya (sebelum atau selama kelahiran) dan dengan menyusui.
  • Dengan memiliki infeksi menular seksual (IMS) lainnya seperti klamidia atau gonore, karena jika IMS maka dapat melemahkan perlindungan alami tubuh serta dapat meningkatkan kesempatan Anda terinfeksi HIV jika Anda terkena virus.
  • Adanya kontak langsung dengan darah, air mani, atau cairan vagina, pada luka atau luka terbuka orang yang memiliki infeksi HIV.

Pengobatan HIV adalah:
Sayangnya, memang belum ada obatnya untuk menyembuhkan penyakit HIV secara total. Namun, dengan pengobatan HIV yang ada sekarang, maka penyebaran dan pertumbuhan penyakit ini dalam tubuh dapat ditekan dan diperlambat dengan obat anti-retroviral (ARV). Tanpa pengobatan HIV, hampir semua orang dengan HIV akan jatuh ke dalam kondisi AIDS.

Ketika seseorang menemukan bahwa dirinya mengidap penyakit HIV, orang tersebut harus langsung mengonsumsi obat pengobatan HIV yang dimulai sesegera mungkin. Keputusan untuk memulai antiretroviral dapat dilihat dari riwayat medis masa lalu seseorang, lamanya waktu mereka telah terinfeksi, jumlah sel-T CD4, dan kondisi kesehatan saat ini, serta komitmen untuk mematuhi prosedur meminum obat untuk menekan perkembangan virus penyebab HIV dalam tubuhnya.

Kepatuhan pasien sangat penting sekali mengingat pengobatan HIV dengan ARV ini yang harus diminum seumur hidup dan jika sekalinya tidak patuh, maka ditakutkan akan timbul suatu reaksi resistensi atau kebalnya virus terhadap obat ARV. Dua jenis utama dari vaksin HIV yang saat ini sedang diteliti adalah vaksin untuk pencegahan dan terapi yang bertujuan bahwa infeksi virus HIV sebagai penyebab HIV diharapkan bisa ditekan.

Dengan mengonsumsi ARV, maka seorang ibu hamil yang mengidap HIV yang tidak akan menularkan kepada bayi yang dikandungnya. Namun, sebaiknya, pengidap HIV perlu berkonsultasi khusus kepada dokter untuk merencanakan persalinan sampai dengan metode yang tepat untuk melahirkan dan memberikan ASI lantaran virus penyebab HIV ada di dalam tubuhnya.

Sekian informasi kesehatan dari clinicsehat.com pada artikel kali ini, semoga bermanfaat untuk para pengunjung semua serta senantiasa dalam keadaan sehat dan jangan lupa baca juga artikel lainnya selain tentang penyakit HIV.