Tips Dan Info Kesehatan

Kesehatan

Penyakit HIV - Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Penyakit HIV - Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati yang wajib diketahui karena penyakit yang satu ini merupakan salah satu penyakit mematikan di dunia.

Penyakit HIV - Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati


HIV adalah suatu virus yang menyerang serta merusak sistem kekebalan tubuh dan mengakibatkan tubuh menjadi tidak bisa bertahan terhadap penyakit-penyakit yang menyerang tubuh kita. Bila sistem kekebalan tubuh seseorang sudah lemah bahkan rusak, maka akan sangat mudah sekali terserang berbagai penyakit yang ada di sekitar kita seperti TBC, diare, sakit kulit, dll. Kumpulan gejala penyakit yang menyerang tubuh kita ini lah yang disebut AIDS.

Gejala Penyakit HIV
Sebagian besar jika seseorang terinfeksi HIV tidak menunjukkan gejala apapun (asimptomatik) yang berarti bahwa mereka tidak mengalami gejala tertentu atau menjadi sakit akibat infeksi tidak mengalami gejala tertentu atau menjadi sakit akibat infeksi tersebut.

Untuk memastikan tentang diagnosa HIV positif harus dilakukan tes terlebih dulu dengan melakukan tes anti bodi HIV dilaboratorium, jika hasil lab HIV positif menunjukkan bahwa seseorang telah terinfeksi HIV namun jika Hasil HIV negatif berarti seseorang tidak atau belum terinfeksi HIV.
Cara lain untuk memeriksa HIV selain dengan tes darah yaitu dengan melakukan tes lain seperti air liur atau urine (bukan terhadap orangnya), alat tubuh atau jaringan tubuh, sel telur atau sperma yang akan diperiksa di laboratorium yang sudah miliki perlatan khusus untuk melakukan tes HIV.
Orang yang mengalami gejala HIV seperti flu dalam waktu satu bulan setelah terinfeksi, biasanya gejala ini biasanya akan hilang dalam kurun waktu seminggu sampai satu bulan. Seseorang dapat memiliki HIV selama bertahun-tahun sebelum merasa sakit dan tampak seperti orang sehat pada umumnya, tanpa menujukkan gejala hiv yang terlalu jelas.
Berikut adalah tanda bahwa HIV berubah menjadi AIDS yaitu :
  • Terjadi demam yang lama tidak kunjung sembuh
  • Berkeringat di malam
  • Sering merasa lelah (bukan dari stres atau kurang tidur)
  • Sering merasa sakit.
  • Terjadi penurunan berat badan drastis
  • Adanya pembengkakan pada kelenjar getah bening yang seperti benjolan bulat di leher, pangkal paha, atau ketiak)
  • Adanya sariawan yang lama tidak kunjung sembuh

Apa penyebab HIV dan AIDS?
Faktor yang menjadi penyebab penyakit HIV yaitu melalui kontak dengan darah yang terinfeksi, air mani, dan cairan vagina dari orang yang terinfeksi. Sebagai contoh:
  • Ketika Anda kontak langsung dengan vagina, anal, atau oral seseorang yang mengidap HIV tanpa kondom, dan HIV paling sering menular secara seksual. Hal ini karena cairan tersebut sudah bercampur dngan virus sehingga dapat ditularkan, terutama air di jaringan vagina atau dubur, luka, atau infeksi menular seksual lainnya (IMS).
  • Pemakaian jarum suntik dan peralatan obat suntik lainnya dengan orang yang terkontaminasi HIV.
  • Menggunakan peralatan tato dan body piercing yang tidak disterilkan atau benar-benar dibersihkan terlebih dahulu atau bahkan sudah terinfeksi HIV.
  • Dari seorang ibu dengan HIV yang ditularkan kepada bayinya (sebelum atau selama kelahiran) dan dengan menyusui.
  • Dengan memiliki infeksi menular seksual (IMS) lainnya seperti klamidia atau gonore, karena jika IMS maka dapat melemahkan perlindungan alami tubuh serta dapat meningkatkan kesempatan Anda terinfeksi HIV jika Anda terkena virus.
  • Adanya kontak langsung dengan darah, air mani, atau cairan vagina, pada luka atau luka terbuka orang yang memiliki infeksi HIV.

Pengobatan HIV adalah:
Sayangnya, memang belum ada obatnya untuk menyembuhkan penyakit HIV secara total. Namun, dengan pengobatan HIV yang ada sekarang, maka penyebaran dan pertumbuhan penyakit ini dalam tubuh dapat ditekan dan diperlambat dengan obat anti-retroviral (ARV). Tanpa pengobatan HIV, hampir semua orang dengan HIV akan jatuh ke dalam kondisi AIDS.

Ketika seseorang menemukan bahwa dirinya mengidap penyakit HIV, orang tersebut harus langsung mengonsumsi obat pengobatan HIV yang dimulai sesegera mungkin. Keputusan untuk memulai antiretroviral dapat dilihat dari riwayat medis masa lalu seseorang, lamanya waktu mereka telah terinfeksi, jumlah sel-T CD4, dan kondisi kesehatan saat ini, serta komitmen untuk mematuhi prosedur meminum obat untuk menekan perkembangan virus penyebab HIV dalam tubuhnya.

Kepatuhan pasien sangat penting sekali mengingat pengobatan HIV dengan ARV ini yang harus diminum seumur hidup dan jika sekalinya tidak patuh, maka ditakutkan akan timbul suatu reaksi resistensi atau kebalnya virus terhadap obat ARV. Dua jenis utama dari vaksin HIV yang saat ini sedang diteliti adalah vaksin untuk pencegahan dan terapi yang bertujuan bahwa infeksi virus HIV sebagai penyebab HIV diharapkan bisa ditekan.

Dengan mengonsumsi ARV, maka seorang ibu hamil yang mengidap HIV yang tidak akan menularkan kepada bayi yang dikandungnya. Namun, sebaiknya, pengidap HIV perlu berkonsultasi khusus kepada dokter untuk merencanakan persalinan sampai dengan metode yang tepat untuk melahirkan dan memberikan ASI lantaran virus penyebab HIV ada di dalam tubuhnya.

Sekian informasi kesehatan dari clinicsehat.com pada artikel kali ini, semoga bermanfaat untuk para pengunjung semua serta senantiasa dalam keadaan sehat dan jangan lupa baca juga artikel lainnya selain tentang penyakit HIV.

Penyakit Vertigo - Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Vertigo - Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati karena vertigo perlu mendapatkan penanganan dengan segera supaya tidak membahayakan penderitanya.

Penyakit Vertigo - Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Apa itu vertigo?

Vertigo merupakan suatu keadaan di mana penderitanya merasa kehilangan keseimbangan serta seolah merasa berputar atau melayang, sehingga mengakibatkan penderita kesulitan walau untuk sekadar berdiri atau bahkan berjalan. Serta harus Anda ketahui bahwa vertigo bukanlah nama penyakit, melainkan sebuah kumpulan gejala yang bisa terjadi secara tiba-tiba atau berlangsung selama jangka waktu tertentu dalam satu waktu.

Tanda dan Gejala Vertigo

Gejala umum dari vertigo adalah merasa pusing, sensasi kepala berputar atau kepala kliyengan, dan kehilangan keseimbangan. Maka dengan adanya gejala seperti di atas tersebut akan memicu adanya sensasi mual, muntah, mengeluarkan keringat berlebih,sakit kepala, bahkan kadang disertai nistagmus (gerakan mata yang tidak normal), telinga berdenging (tinnitus) dan sensasi merasa akan terjatuh. Serta kondisi ini akan hilang timbul dan dapat berlangsung selama beberapa menit, jam, atau bahkan sampai berhari-hari.
Segera konsultasikan ke dokter jika kondisi Anda tidak kunjung membaik supaya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Terutama apabila Anda sering mengalaminya.

Penyebab Vertigo

Penyebab terjadinya vertigo biasanya tergantung dengan jenis vertigo yang dialami. Secara umum, vertigo dibagi menjadi dua jenis yaitu :

1. Vertigo periferal

Jenis vertigo yang paling sering dialami oleh banyak orang yang diakibatkan oleh adanya gangguan pada telinga bagian dalam yang berfungsi untuk mengatur keseimbangan tubuh. Hal ini terjadi karena adanya peradangan pada telinga bagian dalam atau adanya infeksi virus.
Beberapa hal lain yang menjadi penyebab vertigo jenis ini adalah sebagai berikut :
  • Benign paroxysmal positional vertigo (BPPV) adalah penyebab vertigo yang paling umum yaitu kondisi di mana vestibuler telinga dalam mengalami gangguan dan dipicu oleh perubahan posisi dan gerakan kepala yang secara tiba-tiba. Seperti perubahan posisi kepala dari posisi tegak menjadi menunduk tiba-tiba, bangun tiba-tiba dari tidur, gerakan mendongakan kepala.
  • Riwayat cedera, Orang yang mengalami cedera kepala sebelumnya, bisa saja mengalami gangguan telinga dalam yang kemudian menyebabkan vertigo.
  • Labirintitis ialah suatu peradangan dan infeksi yang terjadi di bagian telinga dalam, khususnya pada saluran berliku-liku dan penuh cairan. Telinga bagian dalam ini mempunyai peran penting dalam mengendalikan pendengaran dan keseimbangan seseorang. Dan yang menjadi penyebab terjadinya infeksi telinga bagian dalam adalah virus dan bakteri, misalnya pada pengidap flu atau pilek.
  • Vestibular neuronitis merupakan suatu peradangan yang terjadi pada bagian saraf telinga yang terhubung langsung dengan otak. Peradangan ini diakibatkan oleh infeksi virus yang biasanya terjadi tiba-tiba tanpa adanya gejala atau tanda lainnya, seperti tidak ada masalah pada kemampuan pendengaran.
  • Penyakit Ménière merupakan penyakit langka yang meyerang telinga bagian dalam, kondisi ini bisa menjadi penyebab vertigo yang sangat parah. Bahkan dalam beberapa kasus sampai ada yang mengalami gejala telinga berdenging, dan kehilangan pendengaran dalam kurun waktu tertentu.

 

2. Vertigo central

Vertigo central terjadi akibat adanya masalah pada otak, dan bagian otak yang paling berpengaruh terhadap terjadinya penyakit ini yaitu cerebellum atau otak kecil.
Beberapa kondisi yang menjadi penyebab vertigo central adalah sebagai berikut :
  • Migrain, yaitu sakit kepala sebelah yang tidak dapat tertahankan dan disertai dengan rasa nyeri yang berdenyut. Migrain sendiri biasanya dialami oleh kalangan muda dan dianggap sebagai salah satu penyebab umum dari penyakit ini.
  • Multiple sclerosis, yaitu adanya gangguan sinyal saraf yang terjadi pada sistem saraf pusat – otak dan tulang belakang – yang diakibatkan oleh kesalahan yang terjadi pada sistem kekebalan tubuh seseorang.
  • Neuroma akustik yaitu tumor jinak yang tumbuh pada sistem saraf vestibular, yaitu sistem saraf yang menghubungkan telinga dengan otak. Sejauh ini neuroma akustik disebabkan oleh kelainan genetik.
  • Tumor otak yang menyerang cerebellum atau otak kecil, sehingga dapat mengakibatkan adanya gangguan koordinasi gerakan tubuh.
  • Stroke, yaitu adanya penyumbatan pembuluh darah yang terjadi pada otak.
  • Mengonsumsi obat yang dapat menimbulkan adanya efek samping vertigo.

Cara Mengobati Vertigo

Walaupun banyak kasus yang terjadi bahwa vertigo dapat sembuh dengan sendirinya, namun akan lebih baik jika diperiksakan ke dokter, terutama jika vertigo terjadi secara berulang.
Berikut adalah beberapa obat yang biasanya diresepkan oleh dokter untuk mengatasi vertigo adalah:
  • Antihistamin, seperti betahistine.
  • Benzodiazepine, seperti diazepam dan lorazepam.
  • Anti muntah, misalnya metoclopramide.
Untuk membantu meredakan atau meringankan gejala vertigo ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan seperti di bawah ini :
  • Berbaring sejenak di ruangan yang tenang, nyaman, dan gelap supaya dapat meredakan sensasi pusing berputar.
  • Hindari gerakan secara tiba-tiba.
  • Duduklah sejenak selama vertigo kambuh.
  • Hindari menyalakan lampu yang terlalu terang, dan jangan menggunakan komputer atau menonton televisi.
  • Cobalah untuk duduk dan jangan menggerakkan tubuh Jika vertigo kambuh ketika berbaring.
Harus Anda ingat baik baik atau menjadi catatan bahwa pada dasarnya pengobatan vertigo harus disesuaikan dengan penyebab terjadinya vertigo, yang dilakukan dengan pemeriksan oleh dokter terlebih dahulu.

Sekian informasi kesehatan dari clinicsehat.com semoga bermanfaat dan kita senantiasa dalam keadaan sehat, dan jangan lupa baca juga artikel lainnya selain tentang vertigo.

Diabetes Melitus - Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Diabetes Melitus - Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati yang harus diketahui sebab Indonesia termasuk negara yang kasus penderita diabetesnya banyak ditemui.

Diabetes Melitus - Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati


Diabetes melitus adalah suatu penyakit jangka panjang atau kronis yang ditandai dengan kondisi di mana kandungan gula atau glukosa dalam darah melebihi normal dan cenderung tinggi, dan glukosa sendiri mempunyai peran penting dalam tubuh kita karena merupakan sumber energi utama bagi otak maupun sel-sel yang membentuk otot serta jaringan pada tubuh kita.
Penyakit diabetes adalah salah satu penyakit metabolisme yang mampu menyerang siapa saja, penyakit ini di bagi menjadi dua jenis yaitu Diabetes melitus Tipe 1 dan diabetes melitus Tipe 2.

Apa Saja Gejala Penyakit Diabetes

Untuk gejala diabetes sendiri akan di jelaskan di bawah ini karena memang sangatlah penting bagi kita untuk mengetahui gejala awal diabetes.
Diabetes tipe 1 dapat berkembang dengan cepat dalam beberapa minggu, bahkan beberapa hari sekalipun. Sedangkan banyak penderita diabetes tipe 2 yang tidak menyadari bahwa mereka telah terkena penyakit ini selama bertahun-tahun karena gejalanya cenderung tidak spesifik. Berikut adalah beberapa gejala yang di timbulkan dari diabetes tipe 1 dan tipe 2 :
  • Sering merasa haus.
  • Frekuensi buang air kecil menjadi lebih sering, terutama di malam hari.
  • Rasa lapar yang berlebih.
  • Berat badan menurun tanpa sebab yang jelas.
  • Berkurangnya massa otot.
  • Adanya keton dalam air seni. Keton yaitu produk sampingan dari metabolisme otot dan lemak yang terjadi ketika produksi insulin tidak cukup.
  • Merasa kelelahan.
  • Pandangan menjadi kabur.
  • Proses penyembuhan luka berlangsung lama.
  • Sering mengalami infeksi, seperti yang terjadi pada gusi, kulit, vagina, atau saluran kemih.
Apabila Anda mengalami gejala seperti di atas, alangkah lebih baik segera lakukan pemeriksakan diri Anda ke dokter, karena pendeteksian sedini mungkin akan lebih baik ketimbang di biarkan begitu saja dan bertujuan untuk mencegah bertambah parahnya kondisi diabetes kita.

Apa Saja Penyebab Diabetes

Penyebab penyakit diabetes melitus adalah adanya gangguan kemampuan tubuh untuk menggunakan glukosa ke dalam sel, pada tubuh yang normal akan mampu memecah gula dan karbohidrat yang Anda makan menjadi gula khusus yang disebut glukosa. Glukosa sendiri merupakan bahan bakar untuk sel-sel dalam tubuh.
Karena ketidakmampuan sel-sel untuk mengambil glukosa, maka akan terjadi penumpukan dalam aliran darah. Kadar glukosa yang tinggi dalam darah dapat merusak pembuluh darah kecil di ginjal, jantung, mata, dan sistem saraf. Oleh karena itu, jika diabetes tidak ditangani dengan benar maka dapat menyebabkan penyakit jantung, stroke, penyakit ginjal, kebutaan, dan kerusakan saraf di kaki.

Cara Mengobati Diabetes

Pengobatan diabetes sendiri dapat dilakukan berdasarkan jenis DM tipe berapa kah yang Anda derita. Berikut ini penjelasannya di bawah ini.

1. Diabetes Melitus Tipe 1
Diabetes melitus tipe 1 biasa disebut diabetes insulin-dependent adalah kondisi autoimun yang disebabkan pankreas diserang oleh antibodi tubuh pasien sendiri. Pada penderita tipe ini, yang mengakibatkan pankreas rusak serta tidak bisa membuat insulin dalam tubuh. Diabetes tipe ini dapat disebabkan oleh kecenderungan genetik.

Diabetes tipe 1 dapat menyebabkan komplikasi, pada beberapa kasus banyak sekali dari mereka yang bermula dari kerusakan pembuluh darah kecil di mata Anda (disebut retinopati diabetik), saraf (neuropati diabetes), dan ginjal (nefropati diabetik). Bahkan risiko yang lebih serius yaitu meningkatnya risiko penyakit jantung dan stroke.

Pengobatan diabetes melitus tipe 1 ini adalah dengan metode pemberian insulin, yaitu dengan cara disuntikkan melalui kulit ke dalam jaringan lemak (biasasnya di jaringan lemak perut).

2. Diabetes Melitus Tipe 2
Diabetes tipe 2 juga disebut non-insulin dependent diabetes dan biasanya lebih ringan daripada tipe 1 karena pankreas masih mampu menghasilkan insulin dalam tubuh, namun pankreas mengalami kelelahan karena gaya hidup dan makanan yang tidak terjaga. Dengan begitu jumlah insulin yang dihasilkan tidak cukup untuk kebutuhan tubuh atau sel-sel tubuh lainnya sehingga menjadi sel resisten insulin atau kurangnya sensitivitas terhadap insulin, kebanyakan terjadi pada sel lemak, hati, dan sel-sel otot.

Diabetes tipe 2 juga mampu menyebabkan komplikasi kesehatan, terutama di pembuluh darah terkecil dalam tubuh seperti ginjal, saraf, dan mata. Diabetes tipe 2 juga dapat memicu terjadinya risiko penyakit jantung dan stroke.

Orang yang mengalami obesitas akan lebih beresiko untuk terkena tipe ini, karena orang gemuk cenderung memiliki resistensi insulin. Yang mengakibatkan pankreas harus bekerja terlalu keras untuk menghasilkan lebih banyak insulin, walaupun tetap saja tidak ada cukup insulin untuk menjaga gula normal.

Tidak ada obat untuk penyakit ini, melainkan diabetes tipe 2 dapat dikendalikan dengan manajemen berat badan, nutrisi, dan olahraga pada awalnya. Dan biasanya tipe ini akan berkembang lebih pesat pada akhirnya akan membutuhkan obat antidiabetes.

Ada metode tes yang biasanya dilakukan seperti Tes A1C yakni tes darah yang memperkirakan kadar glukosa rata dalam darah Anda selama tiga bulan sebelumnya. Pengujian A1C periodik biasanya akan disarankan yang bertujuan untuk melihat seberapa baik diet, olahraga, dan obat-obatan bekerja untuk mengontrol gula darah dan hasilnya dilihat untuk mencegah kerusakan organ. Tes A1C biasanya dilakukan beberapa kali dalam setahun.

Sekian informasi kesehatan dari clinicsehat.com kali ini semoga bermanfaat, dan baca juga artikel kesehatan yang lainnya selain tentang penyakit diabetes melitus.

Penyakit Menular Seksual - Gejala, Penyebab, dan Mengobati

Penyakit Menular Seksual - Gejala, Penyebab, dan Mengobati karena merupakan salah satu jenis penyakit berbahaya yang harus diketahui supaya kita lebih waspada.

Penyakit Menular Seksual - Gejala, Penyebab, dan Mengobati


Penyakit menular seksual (PMS) merupakan suatu penyakit infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual, atau biasa juga disebut dengan istilah penyakit kelamin.

Penularan penyakit ini dapat terjadi lewat darah, sperma, cairan vagina, atau cairan tubuh lainnya, serta bisa terjadi melalui penggunaan jarum suntik secara bergantian atau berulang pun akan meningkatkan risiko penularan, hubungan ibu pada janin dalam kandungan atau setelah bayi dilahirkan.

Terdapat lebih dari 20 jenis penyakit menular seksual dan berikut ini penyakit kelamin yang paling sering terjadi, berikut gejalanya.

Gejala Penyakit Menular Seksual

  • Penis akan mengeluarkan cairan
  • Vagina mengeluarkan cairan yang tidak biasa dan berbau.
  • Terjadi pendarahan pada vagina yang tidak wajar
  • Sakit atau terdapat benjolan di alat kelamin atau di area mulut atau dubur
  • Merasa sakit atau panas saat buang air kecil
  • Adanya rasa sakit selama seks
  • Kelenjar getah bening akan sakit dan membengkak, khususnya di selangkangan tapi kadang-kadang lebih menyebar
  • Sakit pada perut bagian bawah
  • Terjadi demam serta merasa lesu
  • Ruam pada anggota tubuh lainnya, seperti tangan atau kaki
Mungkin ada beberapa gejala lainnya yang tidak tercantum di atas, serta jika Anda merasa cemas tentang gejala di atas maka segeralah konsultasi ke dokter Anda.

Apa Penyebab Penyakit Menular Seksual?

Berikut beberapa jenis patogen yang menjadi penyebab terjadinya penyakit menular seksual :
  • Bakteri: Neisseria gonorrhoeae, Chlamydia trachomatis, Treponema pallidum, Haemophilus ducreyi
  • Virus: Human Immunodeficiency Virus, Herpes simplex virus, Human papillomavirus, hepatitis B
  • Jamur: Candida albicans
  • Parasit: Phthirus pubis, Sarcoptes scabies

Tes dan Pengobatan Penyakit Menular Seksual?

Untuk mengetahui Anda tertular penyakit kelamin atau tidak, Anda wajib melakukan beberapa tes laboratorium seperti Tes darah, Sampel urin, Sampel cairan.
Untuk pengobatannya akan diberikan beberapa jenis obat seperti di bawah ini :
  • Antibiotik : merupakan obat yang paling efektif untuk menyembuhkan banyak infeksi menular seksual yang di sebabkan oleh bakteri dan parasit seperti gonore, sifilis, klamidia, dan trichomoniasis.
  • Obat antivirus: berfungsi untuk mengurangi risiko infeksi atau kekambuhan jika Anda meminumnya setiap hari.
  • Semakin dini Anda mulai melakukan pengobatan, semakin efektif juga obat untuk menyembuhkan penyakit.
Obat-obatan ini digunakan dan diawasi di bawah pengawasan dan resep dokter.

Sekian informasi dari clinicsehat.com kali ini, semoga bermanfaat untuk para pengunjung semua serta menambah pengetahuan tentang penyakit menular seksual.

Kolesterol - Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Kolesterol - Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati akan di bahas pada artikel kali ini karena penyakit yang satu ini memang banyak sekali dijumpai di masyarakat.

Kolesterol - Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati


Kolesterol adalah senyawa lemak (lipid) yang menyerupai lilin yang ditemukan pada semua sel dalam tubuh, meskipun zat ini sering dipandang negatif karena semua orang beranggapan makanan berkolesterol tinggi itu harus dihindari. Dan Kolesterol tinggi adalah kondisi di mana tingkat kolesterol dalam darah melampaui kadar normal sehingga dapat berpengaruh buruk bagi kesehatan.

Namun sebenarnya kolesterol dibutuhkan oleh tubuh karena tubuh membutuhkan zat ini untuk membuat hormon (seperti hormon testosteron, kortisol, dan estrogen), vitamin D, dan asam empedu untuk membantu mencerna lemak dari makanan. dan kolesterol pun ada 2 macam yaitu kolesterol jahat yang di sebut lipoprotein dengan kepadatan rendah (LDL) sedangkan kolesterol baik yaitu lipoprotein dengan kepadatan tinggi (HDL).

Gejala Kolesterol Tinggi Yang Harus Diketahui

Sebenarnya tidak ada tanda gejala khusus yang ditimbulkan jika seseorang memiliki kondisi ini, satu-satunya cara untuk mengetahui apakah Anda mempunyai kadar kolesterol tinggi atau masih dalam batas normal adalah dengan melakukan pemeriksaan kadar HDL dan LDL.

Dengan begitu banyak orang yang tidak tahu bahwa sebenarnya mengalami kondisi ini dikarenakan ia tidak pernah memeriksakannya. Biasanya mulai mengetahui saat bersamaan dengan diagnosis penyakit lain, seperti penyakit jantung koroner, serangan jantung, atau stroke.

Namun sering ditemukan pada penderita dislipidemia, gejala seperti nyeri perut, pusing, Nyeri dada, sesak napas, nyeri kepala terutama di tengkuk, penurunan atau kenaikan berat badan yang drastis, nyeri betis bila berjalan.

Penyebab Kolesterol Tinggi

  • Mengonsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh dan lemak trans secara berlebih dapat menyebabkan kadar LDL Anda meningkat, seperti makan gorengan, ayam dengan kulit, daging berlemak, dan fast food.
  • Orang yang mempunyai berat badan berlebih atau obesitas cenderung mempunyai kadar LDL yang tinggi.
  • Perubahan fungsi dan metabolisme tubuh yang makin menurun, Sehingga tidak heran orang yang lanjut usia akan memiliki jumlah LDL yang lebih besar daripada orang yang lebih muda.
  • Kurang olahraga ternyata dapat menadi penyebab kolesterol tinggi, karena olahraga bisa membantu meningkatkan kadar HDL dan juga membuat LDL menjadi kurang berbahaya, dengan cara meningkatkan ukuran partikel yang membentuk LDL.
  • Jika ada anggota keluarga yang memiliki riwayat kolesterol tinggi, biasanya Anda mungkin akan mengalami hal yang sama. Penyakit ini tidak hanya bisa dimiliki oleh orang gemuk saja bahkan orang kurus yang mempunyai keturunan kolesterol tinggi pun bisa jadi mempunyai kolesterol yang tinggi juga.

Cara Mengobati Kolesterol

1. Menurunkan kolesterol tinggi dengan obat kolesterol alami

Berikut adalah beberpa hal yang bisa Anda lakukan untuk menurunkan LDL secara alami :

-Ubah kebiasaan makan Anda
Menghindari makanan yang mengandung lemak jenuh atau lemak trans tinggi, karena kedua jenis lemak ini dapat meningkatkan LDL dalam darah. Seperti jeroan, daging berlemak, makanan berminyak atau yang digoreng, susu tinggi lemak, dan lainnya.
Karena obat kolesterol alami yang paling ampuh adalah dengan memerhatikan makanan yang Anda makan. Karena makanan yang dikonsumsi sangat berpengaruh sekali pada kadar HDL dan LDL dalam tubuh.

-Menurunkan berat badan
Menurunkan berat badan adalah cara yang harus dilakukan supaya kolesterol menurun, karena efek penurunan berat badan ini sangat positif sekali terhadap kadar LDL dan HDL Anda. Lakukan penurunan berat badan ini dengan cara sehat, target berat badan Anda berkurang sebesar 0,5-1 kg per minggu.
Karena orang yang mempunyai berat badan berlebih cenderung memiliki LDL yang lebih tinggi dibandingkan HDL, agar terhindar dari kolesterol tinggi, maka disarankan agar Anda menurunkan berat badan karena memang salah satu obat kolesterol alami yang ampuh.

-Lakukan olahraga teratur
Dengan berolahraga teratur maka akan meningkatkan kadar HDL serta menurunkan kadar LDL dan trigliserida. Lakukan olahraga rutin setiap harinya minimal 30 menit per hari atau 150 menit per minggu.

-Berhenti merokok
Obat kolesterol alami untuk mengendalikan kolesterol tinggi yaitu dengan berhenti merokok, hentikan kebiasaan merokok jika Anda ingin terhindar dari berbagai penyakit akibat kolesterol tinggi. Karena merokok dapat menurunkan HDL dalam tubuh, sehingga kadar LDL bisa terus meningkat.

-Hindari stres
Lakukan aktivitas yang menyenangkan supaya membuat Anda terhindar dari stres, serta mencukupi kebutuhan tidur Anda. Karena jika kurang tidur bisa membuat tubuh stres. karena kadar LDL bisa meningkat disaat kondisi sedang stres.

2. Menurunkan kolesterol tinggi dengan obat kolesterol statin

Selain mengubah gaya hidup, supaya kolesterol turun adalah dengan mengonsumsi obat penurun kolesterol, tak heran jika banyak orang lebih senang mengkonsumsi obat penurun kolesterol untuk menurunkan LDL dibandingkan mengubah pola hidup. Beberapa jenis obat kolesterol tinggi yang sering digunakan yaitu statin, termasuk atorvastatin, lovastatin, simvastatin, pravastatin, dan rosuvastatin.

Namun obat kolesterol tinggi ini juga dapat menyebabkan efek samping sama seperti obat-obatan lain. Efek samping umum akibat dari penggunaan obat penurun kolesterol ini adalah pusing, masalah pencernaan, nyeri otot dan sendi, diabetes mellitus tipe 2, sampai kerusakan otot dan hati.
Jangan mengkonsumsii obat ini sekaligus dalam jumlah banyak karena ini dapat menjadi penyebab terjadinya resiko efek samping, atau jika Anda mempunyai penyakit lainnya seperti penyakit ginjal atau hati.

Sekian Informasi kesehatan dari clinicsehat.com pada pembahasan kali ini, semoga dapat bermanfaat untuk pengunjung semua dan menjadi penambah pengetahuan tentang cara menurunkan kolesterol.


6 Cara Menghilangkan Bekas Jerawat Secara Alami

6 Cara Menghilangkan Bekas Jerawat Secara Alami dan terbukti akan dibahas pada artikel ini karena masalah bekas jerawat memang sering kali menjadi masalah.

6 Cara Menghilangkan Bekas Jerawat Secara Alami


Jerawat selalu menjadi salah satu masalah kulit yang mengganggu penampilan, jerawat juga membuat kepercayaan diri seseorang menurun. dan juga munculnya jerawat bisa menyerang siapapun baik pria atau wanita dan pada usia berapa pun. Terutama pada para remaja dengan usia 14-19 tahun, biasanya sangat mudah terkena jerawat.

yang menjadi penyebabnya munculnya jerawat karena adanya perubahan kadar hormon yang mempengaruhi kelenjar penghasil minyak atau sebum yang terletak dekat dengan folikel rambut di kulit. yang kemudian akan bercampur dengan kotoran dan sel kulit mati, yang mengakibatkan pori-pori tersumbat. Maka bakteri Propionobacterium acnes yang merupakan bakteri penyebab jerawat akan berkembang dengan cepat.

Serta setelah jerawat berhasil diatasi pun, biasanya jerawat akan menimbulkan bekas luka kadang akibat dari memencet sembarangan. daripada Anda menggunakan berbagai macam produk yang mahal dan belum tentu cocok untuk kulit Anda. Cara menghilangkan bekas jerawat yang bisa Anda lakukan adalah dengan menggunakan bahan alami.

Berikut adalah cara menghilangkan bekas jerawat yang bisa Anda lakukan :

1. Lemon
Kandungan asam alfa-hidroksi alami (AHA) yang terdapat dalam air perasan lemon ternyata mampu untuk menghilangkan flek hitam bekas jerawat. Juga berfungsi untuk mempercepat penyembuhan dan revitalisasi kulit.
Caranya adalah :
  • membelah buah lemon menjadi 2 bagian, lalu peras.
  • Oleskan air persan lemon tersebut pada bekas jerawat.
  • Diamkan sampai kering.
  • Bilas wajah menggunakan air bersih, lalu gunakan pelembab supaya kelembaban kulit tetap terjaga.
  • Lakukanlah perawatan ini setiap dua sampai tiga hari sekali.
2. Lidah Buaya
Lidah buaya atau dikenal juga sebagai aloe vera selain banyak digunakan sebagai bahan perawatan rambut. Lidah buaya juga bermanfaat untuk menyehatkan kulit, yang dipercaya mampu melembapkan kulit namun juga bisa menyamarkan noda hitam bekas jerawat lho. Karena terdapa kandungan zat aloesin yang berfungsi menghambat pembentukan melanin.
Caranya adalah :
  • Ambil lidah buaya dan potonglah menjadi beberapa bagian, kemudian kupas kulitnya.
  • Ambil gel lidah buaya dan haluskan terlebih dahulu.
  • Oleskan pada wajah Anda.
  • Diamkan kurang lebih selama 10-15 menit.
  • Bilas Anda wajah menggunakan air hangat.
3. Madu
Madu memang di percaya banyak sekali manfaatnya untuk kesehatan dan juga kecantikan, salah satunya adalah untuk menyamarkan bekas jerawat.
Caranya adalah :
  • Oleskan madu pada wajah.
  • Kemudian pijat dengan gerakan melingkar.
  • Diamakan kurang lebih selama 15 menit.
  • Bilas dengan air hangat.
4. Mentimun
mentimun ternyata bisa digunakan sebagai cara untuk menghilangkan bekas jerawat, karena mentimun mengandung vitamin A, vitamin C, dan magnesium yang sangat bermanfaat bagi kulit. Selain itu mentimun juga mampu untuk menghidrasi kulit.
Caranya adalah :
  • Siapkan mentimun secukupnya dan Iris dengan tipis.
  • Taruh mentimun di atas kulit bekas jerawat Anda
  • Biarkan selama 30 menit
  • Bilas wajah Anda dengan menggunakan air dingin
5. Baking Soda
Baking soda ternyata bermanfaat untuk kesehatan dan kecantikan, yaitu dapat digunakan sebagai cara untuk menghilangkan bekas jerawat berupa noda hitam, karena baking soda terdiri dari kristal sodium bicarbonate yang bermnfaat untuk mengelupas kulit mati.
Caranya adalah :
  • Siapkan beberapa sendok teh baking soda.
  • Tambahkan air secukupnya dan campurkan hingga mengental.
  • Oleskan pada area bekas jerawat, dan pijit-pijit.
  • Diamkan selama 2 menit.
  • Basuh wajah dengan menggunkan air hangat.
  • Kemudian oleskan pelembab alami (minyak kelapa, atau minyak zaitun).
6. Tomat
Tomat mempunyai beberapa manfaat salah satunya yaitu untuk mengencangkan kulitserta menghilangkan bekas jerawat. Karena kandungan Vitamin A dan C di dalamnya yang bermanfaat untuk kulit.
Caranya adalah :
  • Siapkan buah tomat sesuai kebutuhan.
  • Iris tomat secara tipis-tipis.
  • Tempelkan tomat pada area bekas jerawat.
  • Diamkan selama 10 - 15 menit.
  • Kemudian bilas dengan air.

Sekian informasi kesehatan dari clnicsehat.com, semoga dapat bermanfaat dan Anda dapat mencoba melakukannya di rumah tentang cara menghilangkan bekas jerawat.

Gejala Tipes dan Cara Mengobati Yang Harus Diketahui

Gejala Tipes dan Cara Mengobati Yang Harus Diketahui karena penyakit ini bisa menyerang pada semua jenis usia mulai dari anak hingga dewasa.

Gejala Tipes dan Cara Mengobati Yang Harus Diketahui


Tipes adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh bakteri adanya infeksi bakteri Salmonella typhi yang menempel di makanan atau minuman, biasanya di akibatkan dari jajan sembarangan. Biasanya jika seseorang terinfeksi bakteri ini, maka penyakit akan menyerang anggota tubuh lainnya dengan cepat.

Apa bedanya tipes dengan gejala tipes?

Pada dasarnya tipes dan gejala tipes merupakan sama-sama penyakit yang disebabkan oleh bakteri S typhi, yang membedakannya adalah untuk memastikan terkena penyakit tipes harus diperiksa lebih lanjut dengan cara melakukan tes pada darah, feses, urine.

Gejala Tipes

Pada umumnya gejala tipes terjadi saat bakteri tipes masuk ke dalam tubuh maka akan terjadi masa inkubasi bakteri yang terjadi, biasanya akan berlangsung selama 7-14 hari yang kemudian diikuti dengan munculnya gejala tipes pertama, atau lebih panjang hingga 30 hari. Masa ini dIhitung dari saat bakteri masuk ke dalam tubuh sampai menimbulkan gejala awal.

Berikut Adalah Gejala Tipes :

  • Terjadi demam yang meningkat secara bertahap setiap hari hingga suhu mencapai 39°C-40°C, biasanya demam yang terjadi juga akan lebih tinggi pada malam hari.
  • Nyeri pada otot.
  • Kepala terasa sakit.
  • Merasa tidak enak badan.
  • Pembesaran pada organ ginjal dan hati.
  • Merasa lelah dan lemas.
  • Berkeringat.
  • Adanya batuk kering.
  • Berat badan menurun.
  • Sakit perut.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Pada anak-anak akan mengalami diare, sementara pada orang dewasa justru malah mengalami konstipasi.
  • Adanya ruam pada kulit berupa bintik-bintik kecil berwarna merah muda.
  • Merasa tidak tahu sedang berada di mana dan apa yang sedang terjadi di sekitar atau linglung.

Gejala tipes akan berkembang dari minggu ke minggu dengan ciri-ciri di bawah ini :

  • Minggu ke-1. Gejala awal yang harus diperhatikan, khususnya perkembangan suhu badan penderita adalah:
    - Demam yang awalnya tidak tinggi, kemudian meningkat secara bertahap hingga mencapai 39-40°C. Pada minggu pertama, suhu tubuh dapat naik atau turun.
    - Sakit kepala.
    - Lemas dan tidak enak badan.
    - Batuk kering.
    - Mimisan.
  • Minggu ke-2. Jika tidak ditangani dengan segera, pasien akan memasuki stadium kedua dengan gejala seperti berikut :
    - Demam tinggi yang berkelanjutan dan cenderung memburuk di malam hari, disertai denyut nadi yang lambat.
    - Muncul bintik-bintik yang berwarna seperti bunga mawar di daerah perut dan dada.
    - Mengigau.
    - Sakit perut.
    - Diare atau sembelit parah.
    - Tinja berwarna kehijauan.
    - Perut kembung akibat pembengkakan hati dan empedu.
  • Minggu ke-3. Suhu tubuh akan menurun pada akhir minggu ketiga. Namun jika tidak ditangani dengan benar, bisa terjadi komplikasi pada tahap ini, berupa:
    - Perdarahan yang terjadi pada usus.
    - Pecahnya usus.
  • Minggu ke-4. Demam tifoid secara berangsur-angsur akan turun. Namun tetap perlu segera ditangani agar tidak muncul gejala-gejala lain atau menyebabkan komplikasi yang membahayakan nyawa. Pada sebagian kasus, gejala dapat kembali muncul dua minggu setelah demam reda.
Jika mengalami demam tinggi dan beberapa gejala di atas, pemeriksaan juga sebaiknya dilakukan jika terserang demam setelah berkunjung ke tempat dengan kasus penyebaran tipes yang tinggi

Pengobatan Tipes

Cara efektif dalam menangani tipes yaitu akan diberikan terapi antibiotik yang harus diberikan sedini mungkin. Beberapa antibiotik yang digunakan untuk mengobati tipes adalah azithromycin, ciprofloxacin, atau ceftriaxone.
Perawatan tipes pun bisa dilakukan di rumah sakit atau dilakukan di rumah, di lihat dari gejalanya apakah masih tergolong ringan atau sudah termasuk berat.

Pengobatan Tipes di Rumah
Orang yang didiagnosis tipes pada stadium awal akan membutuhkan pengobatan yang diberikan selama 1-2 minggu dengan tablet antibiotik, dan yang harus di ingat meskipun tubuh mulai membaik setelah mengkonsumsi antibiotik 2-3, namun antibiotik tetap harus di habiskan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa bakteri Salmonella typhii benar-benar lenyap di dalam tubuh, karena Beberapa kelompok Salmonella typhii menjadi kebal terhadap antibiotik jika tidak dihabiskan.
Jika kondisi malah memburuk saat menjalani perawatan di rumah, segera temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Pada sebagian kecil penderita penyakit ini dapat kambuh kembali. Pastikan untuk mengikuti langkah-langkah ini supaya tubuh segera pulih dan mencegah risiko tifus kambuh:
  • Istirahat cukup.
  • Makan teratur. Makan dalam porsi sedikit tapi sering.
  • Banyak minum air putih.
  • Rajin mencuci tangan dengan sabun untuk mengurangi risiko penyebaran infeksi.
Pengobatan Tipes di Rumah Sakit
Untuk pengobatan di rumah sakit antibiotik yang diberikan dalam bentuk suntikan, serta akan diberikan asupan cairan dan nutrisi juga akan dimasukkan ke dalam pembuluh darah melalui infus jika diperlukan, seperti mengalami muntah terus-menerus serta diare parah untuk mencegah kekurangan cairan tubuh (dehidrasi).
Pasien akan diberikan antibiotik hingga hasil tes terhadap bakteri penyebab tipes benar-benar bersih. Pada kasus yang jarang terjadi, operasi dapat dilakukan jika terjadi komplikasi yang membahayakan nyawa, seperti perdarahan saluran pencernaan. Penderita tipes akan berangsur-angsur membaik setelah dirawat kurang-lebih selama 3-5 hari. Tubuh akan pulih dengan perlahan-lahan hingga kondisi pasien pulih sepenuhnya setelah beberapa minggu pascainfeksi.

Sekian infomasi kesehatan dari clinicsehat.com kali ini, semoga bermanfaat untuk pengunjung semua dan Anda menjadi lebih tahu tentang gejala tipes.